
Contohnya saja iklan yang baru-baru ini banyak di promosikan perusahaan, yaitu "Segala-galanya Rp 0,01 Segila-gilanya" Dari iklan tersebut saja, sudah pasti orang yang melihat beranggapan bahwa semua pelayanan yang diberikan oleh operator ini hanya seharga Rp 0,01,-.
Tetapi pada kenyataannya yang terjadi ternyata seperti berikut :
- Dengan tarif Rp.15 per detik maka pelanggan hanya cukup membayar Rp 300 (pada 20 detik pertama, antara jam 00.00 – 11.00), Rp 1.050 (pada 70 detik pertama, antara jam 11.00 – 17.00), dan Rp 1,800 (pada 120 detik pertama, antara jam 17.00 – 24.00) setiap menelepon selanjutnya Rp.0,01 atau tanpa perlu membayar lagi. Program ini ini dapat dinikmati oleh para pengguna baru kartu XL Prabayar. Pengguna XLPrabayar juga tetap dapat menikmati manfaat telepon sampai puas untuk menghubungi nomor operator lain. Dengan hanya membayar Rp 25/detik selama 2 menit, pelanggan selanjutnya tidak perlu membayar lagi untuk menelepon selama 8 menit dan setelah itu tarif yang berlaku Rp 10/detik.
- Untuk layanan SMS, pelanggan XL Prabayar cukup membayar 8 SMS pertama dengan tarif Rp 150/SMS (total yang harus dibayarkan pelanggan Rp 1.200). Selanjutnya, pelanggan bisa mendapatkan tariff Rp.0,01 atau tanpa perlu membayaruntuk 248 SMS ke sesama XL dan 60 SMS ke operator lain.
Dengan begitu, berarti seharusnya bukan Rp 0,01- segala-galanya dan sepuas-puasnya. Bukan kali ini saja iklan-iklan XL yang tong kosong nyaring bunyinya. Seharusnya sebagai perusahaan yang telah besar dan memiliki puluhan juta pelanggan ini tidak perlu melakukan kebohongan publik seperti ini. Ditambah lagi dengan adanya promo-promo seperti ini, kualitas pelayanan yang diberikan juga semakin mengecewakan. Sebaiknya syarat-syarat yang ada di atas juga di informasikan juga dengan jelas kepada para pelanggan hingga tidak membuat pelanggan kecewa dengan kenyataan yang ada.


